Klaim JHT yang gagal atau ditolak adalah salah satu keluhan yang paling sering diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan. Berikut penyebab yang paling umum beserta solusinya.
1. Status Kepesertaan Masih "Aktif Bekerja"
Penyebab: Perusahaan belum melaporkan berhentinya Anda ke BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun Anda sudah resign atau di-PHK, sistem BPJS masih mencatat status Anda sebagai karyawan aktif.
Solusi:
- Hubungi HRD atau bagian kepegawaian perusahaan dan minta mereka melaporkan status berhenti Anda ke BPJS Ketenagakerjaan segera
- Tanyakan ke perusahaan kapan pelaporan akan dilakukan (biasanya dilakukan tiap bulan)
- Jika perusahaan tidak kooperatif, datang ke kantor BPJS TK terdekat dan jelaskan situasinya — bawa bukti surat resign atau PHK
2. NIK Tidak Valid atau Tidak Sesuai
Penyebab: Data NIK di sistem BPJS Ketenagakerjaan berbeda dengan data di Dukcapil (karena perubahan data kependudukan, salah input, atau data lama belum diperbarui).
Solusi:
- Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dengan membawa KTP asli
- Minta petugas untuk memperbarui data NIK di sistem
- Proses ini biasanya memakan waktu 1–3 hari kerja sebelum bisa klaim
3. Dokumen Tidak Memenuhi Syarat
Penyebab: Foto dokumen yang diunggah buram, terpotong, gelap, atau tidak terbaca. Bisa juga karena dokumen tidak sesuai ketentuan (misalnya paklaring tanpa stempel resmi).
Solusi:
- Ambil foto ulang dokumen di tempat dengan pencahayaan yang baik
- Pastikan seluruh bagian dokumen masuk dalam frame foto
- Pastikan paklaring memiliki tanda tangan dan stempel perusahaan yang jelas
- Ukuran file foto tidak boleh terlalu besar (biasanya maksimal 2–5 MB per file)
4. Rekening Bank Bermasalah
Penyebab: Rekening yang didaftarkan tidak atas nama sendiri, rekening sudah tidak aktif (dormant), atau nomor rekening salah ketik.
Solusi:
- Pastikan menggunakan rekening atas nama sendiri — nama harus persis sama dengan data BPJS
- Aktifkan rekening jika sudah lama tidak digunakan (kunjungi bank)
- Cek ulang nomor rekening sebelum submit klaim
- Hindari menggunakan rekening bersama (joint account)
5. Face Recognition Gagal
Penyebab: Verifikasi wajah di JMO tidak berhasil karena pencahayaan kurang, wajah tertutup, atau kamera kotor.
Solusi:
- Lakukan face recognition di tempat dengan cahaya yang cukup dan merata (hindari backlight)
- Lepas kacamata, masker, atau topi saat proses berlangsung
- Bersihkan lensa kamera depan HP
- Posisikan wajah tepat di dalam frame dan jangan bergerak
- Jika tetap gagal, coba via Lapak Asik yang menggunakan verifikasi video call dengan petugas
6. Masa Tunggu Belum Terlewati
Penyebab: Peserta yang resign baru bisa mengajukan klaim JHT setelah 1 bulan sejak tanggal berhenti bekerja. Jika klaim diajukan terlalu cepat, sistem akan menolak.
Solusi: Tunggu hingga 1 bulan penuh sejak tanggal resmi berhenti bekerja, baru ajukan klaim.
7. Aplikasi JMO Error atau Gangguan Sistem
Penyebab: Kadang kegagalan bukan dari data peserta, melainkan dari gangguan teknis di server BPJS atau aplikasi JMO itu sendiri.
Solusi:
- Coba kembali beberapa jam atau hari kemudian
- Update aplikasi JMO ke versi terbaru
- Gunakan Lapak Asik sebagai alternatif jika JMO terus bermasalah
- Hubungi Call Center BPJS Ketenagakerjaan di 175 untuk konfirmasi status
Tabel Ringkasan Penyebab dan Solusi
| Penyebab | Solusi Cepat |
|---|---|
| Status masih aktif bekerja | Minta HR update status ke BPJS |
| NIK tidak sesuai | Update data ke kantor BPJS TK |
| Dokumen buram/tidak lengkap | Foto ulang dengan pencahayaan baik |
| Rekening bermasalah | Gunakan rekening aktif atas nama sendiri |
| Face recognition gagal | Coba Lapak Asik dengan video call |
| Belum 1 bulan setelah resign | Tunggu masa tunggu selesai |
| Gangguan sistem JMO | Coba lagi kemudian atau pakai Lapak Asik |
Tidak berhasil juga? Jika klaim terus ditolak tanpa alasan yang jelas, datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Bawa semua dokumen asli. Petugas dapat melihat detail alasan penolakan di sistem dan membantu menyelesaikannya secara langsung.