Meskipun keduanya bernama BPJS, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan adalah dua lembaga yang sepenuhnya terpisah dengan fungsi, manfaat, dan sistem iuran yang berbeda.
Perbedaan Utama Secara Singkat
| Aspek | BPJS Kesehatan | BPJS Ketenagakerjaan |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Layanan kesehatan (berobat) | Perlindungan ketenagakerjaan |
| Manfaat | Gratis berobat di faskes | Tabungan hari tua, perlindungan kecelakaan, kematian, pensiun, PHK |
| Wajib untuk | Semua WNI dan WNA yang tinggal di Indonesia lebih dari 6 bulan | Semua pekerja formal (wajib) dan opsional untuk pekerja informal |
| Program | 1 program (JKN) | 5 program (JHT, JKK, JKM, JP, JKP) |
| Iuran Mandiri | Rp 35.000 – 150.000/bulan | Berdasarkan persentase upah |
| Aplikasi | Mobile JKN | JMO (Jamsostek Mobile) |
| Kartu | Kartu JKN (bisa digital) | Kartu KPJ |
| Call Center | 165 | 175 |
BPJS Kesehatan: Untuk Kebutuhan Berobat
BPJS Kesehatan menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan kartu BPJS Kesehatan, peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan mulai dari konsultasi dokter, rawat jalan, rawat inap, operasi, hingga cuci darah — dengan biaya ditanggung BPJS sesuai ketentuan.
Peserta dibagi menjadi:
- PBI (Penerima Bantuan Iuran): Warga miskin/tidak mampu, iuran ditanggung pemerintah, otomatis kelas III
- PPU (Pekerja Penerima Upah): Karyawan formal, iuran dibagi antara karyawan (1%) dan perusahaan (4%)
- PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah): Peserta mandiri/freelancer, pilih kelas I, II, atau III
BPJS Ketenagakerjaan: Untuk Perlindungan Pekerja
BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan 5 program perlindungan sosial untuk pekerja:
- JHT (Jaminan Hari Tua): Tabungan yang bisa dicairkan saat pensiun, resign, atau PHK
- JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja): Santunan dan pengobatan akibat kecelakaan kerja
- JKM (Jaminan Kematian): Santunan untuk ahli waris jika peserta meninggal
- JP (Jaminan Pensiun): Manfaat bulanan saat memasuki usia pensiun (56 tahun)
- JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan): Tunjangan saat di-PHK termasuk akses pelatihan dan lowongan kerja
Apakah Bisa Ikut Keduanya?
Ya, dan justru dianjurkan. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan melayani kebutuhan yang berbeda. Karyawan formal biasanya sudah didaftarkan ke keduanya oleh perusahaan. Pekerja mandiri atau freelancer perlu mendaftar sendiri ke keduanya jika ingin mendapat perlindungan penuh.
Siapa yang Wajib Ikut?
| Jenis Peserta | BPJS Kesehatan | BPJS Ketenagakerjaan |
|---|---|---|
| Karyawan Formal (perusahaan >10 orang) | Wajib | Wajib |
| Freelancer / Pekerja Mandiri | Wajib (mandiri) | Opsional (BPU) |
| Warga Miskin (PBI) | Otomatis terdaftar | Tidak |
| WNA di Indonesia >6 bulan | Wajib | Jika bekerja di Indonesia |