Iuran BPJS Ketenagakerjaan dihitung berdasarkan persentase dari gaji atau upah peserta. Pembayaran iuran dibagi antara pekerja dan pemberi kerja (perusahaan) sesuai ketentuan masing-masing program.
Dasar penghitungan: Iuran dihitung dari gaji atau upah sebulan yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap. Batas atas upah untuk penghitungan iuran JP adalah Rp 9.559.600 (sesuai regulasi yang berlaku, dapat berubah).
Tabel Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Penerima Upah (PPU)
PPU adalah pekerja yang bekerja pada pemberi kerja (karyawan formal). Iuran ditanggung bersama antara pekerja dan perusahaan.
| Program | Iuran Total | Ditanggung Pekerja | Ditanggung Perusahaan |
|---|---|---|---|
| JHT (Jaminan Hari Tua) | 5,7% dari gaji | 2% dari gaji | 3,7% dari gaji |
| JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) | 0,24%–1,74%* | – | 0,24%–1,74% dari gaji |
| JKM (Jaminan Kematian) | 0,3% dari gaji | – | 0,3% dari gaji |
| JP (Jaminan Pensiun) | 3% dari gaji | 1% dari gaji | 2% dari gaji |
| JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) | 0,46% dari gaji | – | 0,22% dari gaji** |
* Iuran JKK bervariasi berdasarkan tingkat risiko pekerjaan (5 kelompok: 0,24%, 0,54%, 0,89%, 1,27%, 1,74%). ** Sebagian iuran JKP bersumber dari realokasi iuran JKK dan JKM, bukan penambahan beban baru.
Contoh Perhitungan Iuran untuk Gaji Rp 5.000.000
| Program | Iuran Pekerja | Iuran Perusahaan | Total |
|---|---|---|---|
| JHT | Rp 100.000 (2%) | Rp 185.000 (3,7%) | Rp 285.000 |
| JKK (risiko rendah 0,24%) | – | Rp 12.000 | Rp 12.000 |
| JKM | – | Rp 15.000 (0,3%) | Rp 15.000 |
| JP | Rp 50.000 (1%) | Rp 100.000 (2%) | Rp 150.000 |
| Total dipotong dari gaji pekerja | Rp 150.000 | – | – |
Iuran untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU / Mandiri)
Pekerja mandiri (wirausaha, freelancer, pekerja informal) yang mendaftar sendiri ke BPJS Ketenagakerjaan menanggung seluruh iuran sendiri — tidak ada perusahaan yang ikut membayar.
| Program | Iuran (ditanggung sendiri) | Keterangan |
|---|---|---|
| JHT | 2% dari penghasilan yang dilaporkan | Wajib |
| JKK | 1% dari penghasilan | Wajib |
| JKM | Rp 6.800 per bulan (flat) | Wajib |
| JP | Tidak tersedia | Hanya untuk PPU |
| JKP | Tidak tersedia | Hanya untuk PPU |
Program Mandiri: Iuran untuk pekerja PBPU dihitung dari penghasilan yang dilaporkan sendiri. Besaran penghasilan yang dilaporkan memengaruhi besar manfaat yang diterima — terutama manfaat JHT. Selalu laporkan penghasilan sesuai kondisi aktual.
Cara Iuran Dibayarkan
Untuk Karyawan (PPU)
Iuran dipotong otomatis dari gaji setiap bulan oleh perusahaan, kemudian disetor bersama bagian iuran perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan. Karyawan tidak perlu membayar sendiri.
Untuk Pekerja Mandiri (PBPU)
Iuran dibayarkan sendiri setiap bulan sebelum tanggal 15. Bisa dibayar melalui:
- Aplikasi JMO
- Transfer bank via Virtual Account
- ATM, mobile banking, atau internet banking
- Minimarket (Alfamart, Indomaret)
- Kantor Pos
Apa yang Terjadi Jika Iuran Telat Dibayar?
Jika perusahaan terlambat menyetor iuran, akan dikenakan denda 2% per bulandari total iuran yang terlambat. Keterlambatan juga bisa berdampak pada status kepesertaan dan penerimaan manfaat jika terjadi klaim di masa kepesertaan yang bermasalah.